Adul2008's Blog

sedang bertransformasi,, agar tak hanya menjadi zero

Abdulah bin Jahsy

Orang pertama bergelar Amirul Mukminin

Sahabat yang kita bicarakan ini mempunyai hubungan kekeluargaan yang erat dengan Rasulullah saw. Dia termasuk kelompok orang-orang yang pertama masuk Islam (As Sabiqunal Awwalun). Dia putera ibu saudara Rasulullah. Di samping itu dia ipar Rasulullah. Karena saudara perempuannya, Zainab binti Jahsy, isteri Nabi saw, salah seorang ibu orang-orang mukmin (Ummahatul Mu ‘minin). Dia orang pertama dipercayai Rasulullah membawa panji Islam pertama. Dia pulalah orang pertama yang dipanggilkan “Amirul Mu’minin.” Nama lengkapnya “ABDULLAH BIN JAHSY AL ASADY”

‘Abdullah bin Jahsy Al Asady masuk Islam sebelum Rasulullah saw. masuk ke rumah Al Arqam. Rumah itu menjadi terkenal, karena ketika pemeluk Islam masih dapat dihitung dengan jari,
Rasulullah sering berkumpul di sana dengan para sahabat yang seiman. Karena itu jelas ‘Abdullah termasuk kelompok pertama orang-orang yang masuk Islam.

Ketika Rasulullah mengizinkan para sahabat hijrah ke Madinah, ‘Abdullah bin Jahsy tercatat sebagai orang kedua yang hijrah. Yaitu sesudah Abu Salamah. Mereka hijrah menyelamatkan agama dan diri mereka dari tekanan dan penganiayaan kaum, kafir Quraisy. Mereka hijrah ke pada Allah dan karena Allah. Untuk itu ditinggalkannya famili, karib kerabat, harta kekayaan dan kampung halaman yang dicintainya, karena mereka lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya.
Bagi ‘Abdullah bin Jahsy, hijrah ke Madinah bukanlah merupakan pengalaman baru. Karena sebelum itu dia telah pernah hijrah ke Habsyah beserta sebagian keluarga nya Kali ini dia hijrah lebih lengkap dan menyeluruh. Dia hijrah ke Madinah beserta isteri, anak-anak, saudara saudaranya sebapak, laki-laki dan perempuan, tua muda, dan anak-anak. Rumah tangganya adalah rumah tangga Islam dan kabilahnya kabilah Islam.

Setelah mereka keluar dan Makkah, kampung halaman rnereka yang ditinggal kelihatan sedih dan memilukan. Sunyi dan hampa bagaikan tak pernah didiami. Tidak terdengar lagi di sana suara anak-anak dan orang bercakap -cakap. Belum begitu jauh mereka meninggalkan Makkah, para pembesar Quraisy mengawal keliling kota memeriksa keadaan dan siapa di antara kaum muslimin yang hijrah. Para pembesar yang turut memeriksa itu antara lain Abu Jahal dan ‘Utbah bin Rabi’ah.

‘Utbah melihat perkampungan Banu Jahsy. Dia melihat pintu-pintu rumah bagaikan meratap menghempas-hempaskan diri ditiup angin. Anginpun turut menangis menyanyikan lagu sunyi ditinggalkan penduduk yang biasa ceria dalam kedamaian.
“Perkampungan Bani Jahsy meratap sunyi ditinggalkan penduduknya,” kata ‘Utbah kepada Abu Jahil.
“Mari kita periksa!” kata Abu Jahil
Abu Jahil masuk ke rumah ‘Abdullah bin Jahsy. Rumahnya terhitung paling bagus dan dia terbilang penduduk terkaya. Melihat harta yang banyak ditinggal begitu saja oleh ‘Abdullah bin Jahsy, timbul tamak Ab Jahil. Diambilnya harta itu semua, dirampasnya menjadi miliknya. Tak ketinggalan pula harta keluarga yang lain-lain, saudara saudara ‘Abdullah bin Jahsy.
Ketika ‘Abdullah mendengar kabar perbuatan Abu Jahil yang terkutuk itu, dia mengadu kepada Rasulullah.
“Tidak relakah engkau, hai ‘Abdullah? Allah menggantinya dengan rumah yang lebih baik di surga?”, jawab Rasulullah.
“Tentu saja rela, ya Rasulullah!” kata ‘Abdullah. “Nah.. itulah untukmu!” kata Rasulullah meyakinkan. Maka sejuklah hati ‘Abdullah.

‘Abdullah bin Jahsy merasa tenteram tinggal di Madinah, setelah ditempa dengan berbagai penderitaan selama hijrah ke Habsyah. Dia merasa damai bersama saudara-sau dara se-Islam, kaum Anshar, setelah mengalami tekanan dan penganiayaan di tengah-tengah bangsanya sendiri, kaum Quraisy. Walaupun harus bekerja keras untuk mempertahankan hidup beserta keluarga besarnya, namun dia selalu gembira dan bersemangat. Tetapi sayang hal itu tidak lama dinikmatinya. Allah Ta’ala masih mengujiya dengan ujian yang paling berat sejak dia masuk Islam. Murtadkah dia karena ujian itu? Kembalikah dia kepada agama nenek moyangnya? Marilah kita simak kisahnya menerima cobaan yang pahit itu.

Rasulullah saw. memilih delapan orang yang dipandang cakap untuk membentuk ‘askar (pasukan tentara). Yaitu sebagai langkah pertama pembangunan tentara Islam. Di antara mereka terpilih ‘Abdullah bin Jahsy dan Sa’ad bin Abi Waqqash.
Dalam pengarahannya Rasulullah mengatakan, “Angkatlah orang yang paling sabar menderita haus dan lapar di antara kalian untuk menjadi “Amir” (komandan)!”
Mereka sepakat mengangkat ‘Abdullah bin Jahsy menjadi Amir. Sebuah bendera diikatkan Rasulullah dengan tangan beliau pada tangkainya, kemudian diserahkannya kepada “Abdullah bin Jahsy dengan resmi. Itulah bendera pertama dalam Islam. Dan ‘Abdullah bin Jahsy orang pertama pula dipercaya membawa bendera itu.
Sesuai dengan jabatan dan tugasnya melola perta hanan, keamanan dan ketertiban kaum muslimin, maka dia digelari “Amir”. Karena itu dia pulalah orang pertama bergelar “Amirul Mu’Minin I)

Pada suatu hari setelah dia dilantik menjadi Amir, Rasulullah menugaskan ‘Abdullah dan pasukannya dengan sebuah Surat Perintah melakukan expedisi (patroli) dengan tugas pengintipan. Beliau melarang membuka Surat Perintah tersebut, melainkan sesudah dua hari perjalanan. Setelah dua hari perjalanan, ‘Abdullah membuka Surat Perintah dan membaca:

“Bila engkau membaca surat ini, terus berjalan sampai ke Makkah, antara Thaif dan Makkah. Amati dengan seksama gerak-gerik kaum Quraisy, dan segera melapor kepada kami!”
“Saya dengar dan saya patuh, hai Nabi!” kata ‘Abdullah selesai membaca surat tersebut.
Maka dikumpulkannya anggota pasukannya seraya berkata, “Rasulullah memerintahkan saya pergi ke Makkah. Kita diperintahkan melakukan pengintaian terhadap kuam Quraisy, mengamat-amati gerak-gerik mereka dengan saksama, dan senantiasa melapor kepada beliau. Beliau melarang saya memaksa kalian. Karena itu siapa ingin syahid, silakan terus menyertai saya dalam tugas ini, dan siapa takut, pulanglah sekarang! Kalian tidak akan dihukum atau disakiti.”

“Segala perintah kami dengar dan kami patuhi, ya Rasulullah! Kami terus menyertai Anda sesuai dengan perintah Rasulullah!” jawab mereka serentak dan bersema ngat.
Tiba di Nakhlah mereka langsung memeriksa medan dan menyiapkan pos pengintaian. Kemudian ‘Abdullah membagi-bagi tugas untuk mengintai dan mengamat amati kegiatan kaum Quraisy.
Sementara mereka bersiap-siap demikian, tiba-tiba terlihat di kejauhan sebuah kafilah Quraisy terdiri tempat orang. Yaitu ‘Amr bin Hadhramy, Hakam bin Kaysan, ‘Utsman bin ‘Abdullah, dan saudaranya Al Mughirah. Mereka membawa barang dagangannya seperti kulit, anggur, dan sebagainya, yaitu barang-barang yang biasa diperdagangkan kaum Qiraisy.

‘Abdullah bin Jahsy bermusyawarah dengan pasukan nya, apakah kafilah itu akan diserang atau tidak. Hari itu adalah hari terakhir bulan Haram. Jika kafilah itu diserang, berarti mereka menyerang dalam bulan Haram. maka berarti pula melanggar kehormatan bulan Haram, dan mengundang kemarahan seluruh bangsa Arab. Jika mereka dibiarkan lewat, mereka masuk ke Tanah Haram (Makkah); berarti membiarkan mereka masuk ke tempat aman, karena disana dilarang berperang.

Akhirnya mereka memutuskan untuk menyerang dan merampas harta mereka. Mereka berhasil menewaskan seorang anggota rombongan Quraisy. Dua orang tertawan dan seorang lagi meloloskan diri.
‘Abdullah bin Jahsy dan pasukannya membawa tawan an dan harta rampasan ke Madinah. Setelah mereka tiba di hadapan Rasulullah, ternyata beliau tidak membenarkan tindakan mereka. Beliau marah karena mereka bertindak di luar perintah (tidak disiplin).
“Demi Allah! Saya tidak memerintahkan kalian menyerang, merampas, menawan, apalagi membunuh. Saya memerintahkan mencari berita mengenai orang-orang Qu raisy, mengamat-amati gerak-gerik mereka, kemudian melaporkannya kepada saya,” kata Rasulullah marah.

Rasulullah menangguhkan putusan mengenai kedua tawanan dan harta rampasan. Beliau tidak mengusiknya sementara menunggu putusan dan Allah. “Abdullah bin Jahsy dan pasukan diberhentikan. Mereka jelas bersalah karena tidak disiplin, dan bertindak di luar perintah Rasulullah. Hukuman itu menyebabkan mereka serba sulit. Kaum muslimin mencela mereka, sehingga mereka merasa dipencilkan. Kedamaian yang dinikmati ‘Abdullah sejak hijrah ke Madinah, kini bertukar dengan kegelisahan, kesedihan, penyesalan dan rasa tertekan. Bila berpapasan dengan kaum muslimin, mereka berkata mencemooh, “Inikah dia yang melanggar perintah Rasullullah ?“

Kesedihan dan penyesalan semakin mencekam ketika mereka ketahui kaum Quraisy mengambil kesempatan dari kasus tersebut. Orang-orang Quraisy meningkatkan tekanan mereka terhadap Rasulullah. Mereka menggembar-gemborkan di kalangan kabilah-kabilah Arab: “Muhammad menghalalkan bulan Haram.. Muhammad menumpahkan darah dalam bulan Haram. Muhammad merampas dan menawan….”

‘Abdullah menyadari, karena kecerobohannya dia telah memberikan senjata yang ampuh kepada kaum Qu raisy untuk merangkul kabilah-kabilah Arab bersimpati kepada mereka untuk memusuhi Rasulullah dan kaum muslimin. Bahkan dapat mengundang agresi mereka secara fisik. –
Tidak dapat dibayangkan bagaimana beratnya beban moril yang ditanggung ‘Abdullah bin Jahsy dan kawan kawan. Dia terjepit antara kawan dan lawan. Allah menguji imannya kembali dengan ujian yang tidak ringan, sampai ujian itu mencapai titik tertentu yang ditetapkan Allah. Namun begitu imannya tidak goyang. Dia selalu tobat dan istighfar kepada Allah Ta’ala. Setelah ujian itu sampai di puncaknya, padahal mereka senantiasa tobat dan istighfar, maka Allah memberi kabar gembira melalui Nabi-Nya. Allah mengampuni tindakan mereka dengan menurunkan wahyu kepada Rasulullah:

Mereka hertanya kepadamu perihal berperang pada bulan Haram. Katakanlah: Berperang dalam bulan Haram adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, menghalangi masuk Masjidil Haram dan mengusir pendnduk dari sekitarnya, lebih besar dosanya di sisi Allah. Dan membuat fiitnah lebih besar dosanya daripada memunuh. Mereka tidak akan henti-hentinya memerangi kamu sampai meeka berhasil mengembalikan kamu kepada kekafiran. seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dan agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran. maka mereka itulah orang yang sia-sia amalannya di dunia dan akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. “ (Al-Baqarah, 21).

Sesudah ayat yang mulia itu turun, tenanglah hati Rasulullah. Harta rampasan disita untuk Baitul Mal. Kedua tawanan diminta wang tebusan. Beliau menyatakan setuju dengan tindakan ‘Abdullah bin Jahsy dan kawan-kawan, sesuai dengan ketentuan Allah.
Karena kisah mereka merupakan kisah besar dalam kehidupan kaum Muslimin, maka rampasan tercatat dalam sejarah Islam sebagai rampasan pertama. Musuh yang mereka tewaskan, kaum musyrik pertama yang tertumpah darahnya di tangan kaum muslimin. Tawanan mereka adalah tawanan pertama yang jatuh ke tangan kaum muslimin. Bendera pasukan mereka, bendera pertama yang diikatkan Rasulullah saw., yaitu bendera Islam. Amir (komandan) pasukan, ‘Abdullah bin Jahsy, orang pertama dipanggilkan “Amirul Mu’minin.”

Tidak berapa lama kemudian terjadi perang Badar. Ujian bagi ‘Abdullah bin Jahsy agaknya belum selesai. Dia cidera dalam perang tersebut. Sesudah itu menyusul pula perang Uhud. Suatu peristiwa yang dialami ‘Ab dullah dengan sahabatnya Sa’ad bin Abi Waqqash, merupakan kenang-kenangan yang tak dapat mereka lupakan dalam peperangan ini. Marilah kita simak cerita Sa’ad yang mengisahkan pengalamannya dengan ‘Abdullah.
Kata Sa’ad, “Ketika terjadi perang Uhud, ‘Abdullah bin Jahsy menemui saya seraya bertanya, “Tidak mendo’akah engkau?”
“Tentu…! “jawabku.
Kami berpencil ke sebuah pojok, lalu saya mendo’a:
“Ya, Rabbi! Jika saya bersua musuh, persuakanlah saya dengan orang yang .sangat jahat dan buas. Saya akan bertempur melawannya. Berilah saya kemenangan, sehingga dia tewas di tangan saya dan kurampas perlengkapannya.”
‘Abdulllah bin Jahsy mengaminkan do’a saya. Kemudian dia mendo’a pula;
‘Wahai Allah! Berilah saya rezki seorang musuh yang sangat jahat dan buas. Saya akan melawannya demi Engkau, tetapi kemudian dia kembali menewaskan saya. Kemudian dipotongnya hidung dan telinga saya. Bila esok saya menemui Engkau, Engkau bertanya kepada saya,

“Mengapa hidung dan telingamu buntung, hai ‘Abdullah?” Saya menjawab, “Karena membela Agama dan Rasul Engkau!” Lalu Engkau berkata, “Shadaqta… (engkau benar).”
Kata Sa’ad selanjutnya, “Do’a ‘Abdullah bin Jahsy lebih bagus daripada do’a saya. Saya temui dia petang hari, kudapati dia telah tewas sesuai dengan do’anya. Hidung dan telinganya buntung dan digantungkan orang pada sebatang pohon dengan seutas tali.”
Allah Ta’ala memperkenankan do’a ‘Abdullah bin Jahsy. Allah memuliakannya sebagai syahid, berbareng an dengan pamannya Sayyidus Syuhada, Hamzah bin ‘Abdul Muththalib. Rasulullah menguburkan mereka berdua dalam satu kuburan. Air mata Rasulullah yang suci mengalir menyirami kubur mereka, menambah harumnya darah syahid yang tertumpah melumuri jasad.

Radhiyallahu ‘anhuma. Amin!!!

1) Dalam riwayat lain. orang yang pertama diserahi membawa bendera Islam ia Hamzah bin Abdul Muthathalib, paman Rasulullah.
2) Bulan Haram ialah bulan Dzi Qaidah, DzuI Hijjah, Muharram, dan Rajab. Dalam bulan-bulan tersebut orang Arab dilarang (haram) berperang.

disunting dari: http://blogs.muxlim.com/mejisaqohhar/abdullah-bin-jahsy-al-asady/

ayo semangat (2)

Bersyukurlah untuk masa-masa sulit, dimasa itu kamu tumbuh

bersyukurlah untuk setiap tantangan, karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu

bersyukurlah SAHABAT, karena dengan bersyukurr ALLAH kan menambah nikmatnya…

terlalu berlebihankah???

mungkin tulisan ini agaknya terlalu berlebihan..

taPi.. ini yang saya rasakan, mohon dimaklumi..

jadi begini..

saya kira semua setuju..

amanah itu berat..

dan untuk yang ini.. saya kira semua tahu..

saya, anda, kita.. hanya manusia..

ya.. saya tahu, kita sudah diberi banyak kelebihan dari makhluk lainnya..

ya.. saya juga tahu,Allah telah menjanjikan bahwa dibalik kesulitan pasti ada kemudahan..

dan ya.. saya juga tahu..

tapii…….

nah, saya teruskan..

ya, saya sadar.. sekali lagi, memang semuanya harus dilalui..

tentang bagaimana hasil yang akan saya lihat akhirnya… terserah saya..

semua pasti ada konsekuensi dan pertanggungjawabannya.. itu yang harus selalu saya ingat…

ehm…

menjadi dewasa itu sulit yaaa???

banyak ketakutan-ketakutan.. takut ini, itu, semuanya…

hufh.. jadi malu…

belajar menulis..

ini hanya sekedar tulisan untuk belajar.. xixixixi

 

MENCARI GURU TERBAIK

“Pengalaman adalah guru yang paling baik.”

Kalimat di atas mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita. Mengapa bisa dikatakan seperti itu? Karena ada sesuatu atau mungkin banyak hal yang diajarkan di dalamnya, tetapi cara yang berbeda. Dengan cara apa? Yaitu dengan turun langsung. Melihat, merasakan, dan mencobanya sendiri. Dengan cara yang demikian, sesuatu hal yang didapatkan akan lebih memberi makna yang berarti pada diri seseorang.

Namun, pengalaman hanyalah tinggal cerita jikalau hanya dirasakan lalu lewat begitu saja. Perlu ada tindakan lebih lanjut, yaitu pembelajaran. Maka, banyak orang yang mengatakan, “belajarlah dari pengalaman”. Jika tidak, maka yang ada hanyalah sekedar menyadari tanpa adanya action. Bagai ilmu tanpa amal, atau sayur tanpa garam.

Pengalaman pun ada bermacam-macam, ada yang biasa, ada juga yang luar biasa. Pengalaman biasa mungkin sering kita dapatkan sehari-hari. Dengan melihat sekeliling, atau melakukan sesuatu hal yang kecil. Sedangkan pengalaman luar biasa terkadang harus dicari karena harganya jelas berbeda (dilihat dari sejauh apa efek yang diberikan dan sebesar apa ilmu yang diajarkan).

belajar DARI uas

minggu kemarin benar-benar minggu yang sepii…

banyak manusia-manusia yang tiba-tiba menghilang…

bukan pulang kampung karena liburan,, tapi banyak yang menyendiri karena mau belajar UNTUK uas…

beda yaa sama judulnya..

UNTUK dan DARI

apa bedanya??

jelas beda..

banyak yang ketika uas (ujian akhir semester) sibuk belajar.. tapi tidak dengan saya.. haha.. saya tidak suka belajar..(tapi harus belajar juga sihh..)

nah, kalau saya,, belajarnya setelah uas.. haha aneh yaa…

yup, uas kemarin dapet pelajaran berharga banget tentang menghadapi masalah..

ternyata, jikalau saja masalah dalam kehidupan kita ini seperti uas, maka setiap masalah akan selesai,, karena kita tidak bisa berlari dari masalah itu..

ya, masalah ternyata memang seharusnya dihadapi lebih tepatnya diselesaikan, bukan dihindari..

tentang bagaimana cara kita menghadapi dan meyelesaikannya, yaa tergantung diri kita sendiri, sama halnya seperti mengerjakan soal uas.. banyak dari kita yang berusaha keras belajar untuk dapat melewatinya, tidak hanya sekedar lewat, tapi mendapatkan hasil yang terbaik bahkan..

tetapi, banyak dari kita yang ketika mendapatkan sebuah masalah lebih memilih berlari darinya karena menganggap itu terlalu sulit dan tidak akan bisa ia selesaikan.. padahal dikatakan bahwa..

Allah tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan manusia itu sendiri…

suli memang.. tapi pasti bisa..

ehm..tergantung keimanan dan seberapa besar pemahaman seseorang..

saya juga sedang belajar untuk itu..hehe…

ayo semangat…!!





JUDUL KITA APA?
 
mungkin kita hanya sekadar makin serng terlambat
mungkin juga sekadar sering lupa. atau cuma sedikit bertambah lalai
bisa juga semacam ketenangan dalam kealpaan
dan tentu kita tidak menyebutnya sebagai futur..
 
bisa jadi, kita cuma sedikit malas
dimana dengannya, dalih kita menjadi agak banyak dan bervariasi
atau kita hanya semacam sdikit pilih-pilih tugas
ada banyak tugas yang kita rasa sudah tidak pantas (lagi) kita kerjakan.
dan kita juga tidak menyebutnya sebagai futur…
 
mungkin kita hanya sedikit tergangu
kita hanay sedikit terganggu dalam tilawah, atau dalam puasa atau mungkin lainnya
sebenarnya tidak berat, cuma sekadar agak sulit menikmatinya.
dan kita memang sulit mendefinisikannya sebagai futur…
 
kita mungkin cuma semacam bosan. atau sekedar ingin melongok kepala ke luar sana
atau kita cuma kaget kecil-kecilan, atau sedikit silau, atau bahkan sedikit lebih ringan daripada itu.
dan sulit bagi kita untuk menyebutnya futur..
 
bisa juga kita cuma sekadar melihat tikungan sejarah. ada yang berbeda di depan sana
dan kita semacam sedang membuat apresiasi
atau (paling tidak) semacam antisipasi. todak lebih dari itu.
(mungkin) itu juga bukan futur… 
 
dikutip dari buku: “Sudahkah Kita Tarbiyah”, Eko Novianto, 2006

fisiologi tulang

FISIOLOGI TULANG

Tulang terdiri atas matriks organic keras yang sangat diperkuat dengan endapan garam kalsium dan garam tulang.
1.    Matriks organik ini terdiri dari serat-serat kolagen dan medium gelatin homogen yang disebut substansi dasar.  Substansi dasar ini terdiri atas cairan ekstraseluler ditambah proteoglikan, khususnya kondroitin sulfat dan asam hialuronat yang membantu mengatur pengendapan kalsium.
2.    Garam-garam tulang terutama terdiri dari kalsium dan fosfat.  Rumus garam utamanya dikenal sebagai hidroksiapatit.
Tahap awal pembentukan tulang adalah sekresi kolagen (kolagen monomer) dan substansi dasar oleh osteoblas.  Kolagen monomer dengan cepat membentuk serat-serat kolagen dan jaringan akhir yang terbentuk adalah osteoid, yang akan menjadi tempat di mana kalsium mengendap.  Sewaktu osteoid terbentuk, beberapa osteoblas terperangkap dalam osteoid dan selanjutnya disebut osteosit.
Osteoblas dapat dijumpai di permukaan luar tulang dan dalam rongga tulang.  Lawan dari osteoblas yang membentuk tulang adalah osteoklas yang menyerap tulang dan mengikisnya.
Pada pertumbuhan tulang normal, kecepatan pengendapan dan absorpsi tulang sama satu dengan lainnya, sehingga massa total dari tulang tetap konstan.  Biasanya, osteoklas terdapat dalam massa yang sedikit tetapi pekat, dan sekali massa osteoklas mulai terbentuk, maka osteoklas akan memakan tulang dalam waktu 3 minggu dan membentuk terowongan.  Pada akhir waktu ini, osteoklas akan menghilang dan terowongan itu akan ditempati osteoblas.  Selanjutnya, mulai dibentuk tulang baru.  Pengendapan tulang ini kemudian terus berlangsung selama beberapa bulan, dan tulang yang baru itu diletakkan pada lapisan berikutnya dari lingkaran konsentris (lamella) pada permukaan dalam rongga tersebut sampai pada akhirnya terowongan itu terisi semua.  Pengendapan ini berhenti setelah ada pembuluh darah yang mendarahi daerah tersebut.  Kanal yang dilewati pembuluh darah ini disebut kanal harvers.  Setiap daerah tempat terjadinya tulang baru dengan cara seperti ini disebut osteon.

Apabila mendapat beban yang berat, tulang akan menebal.  Selain itu, tulang akan terus melakukan regenerasi kalau sudah mulai perlu diganti.  Kemampuan tulang melakukan regenerasi akibat adanya absorpsi-pengendapan tulang.  Kecepatan absorpsi-pengendapan tulang yang berlangsung cepat, misalnya pada anak-anak, cenderung membuat tulang rapuh dibandingkan dengan absorpsi-pengendapan tulang yang lambat.  Jadi, pada anak-anak akan terjadi regenerasi yang cepat apabila ada kerusakan.

KALSIUM

Tubuh manusia dewasa mengandung sekitar 1100gr kalsium, dan 99%nya berada dalam kerangka tubuh.  Kalsium dalam tulang terdiri Atas 2 tipe: cadangan yang dapat ditukar dengan cepat, dan cadangan kalsium yang jauh lebih besar ddengan proses penukaran yang lambat.  Ada 2 sistem homeostatik yang independen: sistem yang mengatur Ca2+ plasma yang tiap harinya bergerak keluar masuk dari cadangan yang mudah ditukar; dan sistem yang berperan dalam remodelling tulang melalui resropsi dan deposisi tulang yang konstan.
Ada 2 tipe kalsium: plasma dan bebas.  Kalsium plasma ada yang terikat pada protein (albumin dan globulin) dan ada juga yang berdifusi (berionisasi dan berkompleks dengan HCO3-, sitrat, dst).  Kalsium bebas yang terionisasi dalam cairan tubuh adalah perantara kedua dan diperlukan untuk pembekuan darah, kontraksi otot, dan fungsi saraf.  Penurunan kadar Ca2+ dapat menyebabkan tetani hipokalsemik yang ditandai dengan sejumlah besar spasme otot rangka, seperti yang terjadi pada laringospasme dimana jalan napas akan tersumbat dan menimbulkan asfiksia fatal.
Metabolisme kalsium pada manusia dewasa yang mengonsumsi 1000mg (25mmol) kalsium per hari adalah sebagai berikut:

Makanan (25mmol)
Tulang
Pertukaran cepat
500 mmol
Dapat dipertukarkan 100mmol

Stabil
27200 mmol

Penyerapan
15 mmol

Saluran
Reabsorbsi
7,5 mmol
Penambahan
7,5 mmol
cerna

Sekresi
12,5 mmol

feses
22,5 mmol
Reabsorbsi
7,5 mmol
Filtrate golemulus
250 mmol

Urine
2,5 mmol

Terdapat 3 hormon yang mengatur metabolisme kalsium, yaitu:
1.    1,25-dihidroksikolikalsiferol yang merupakan hormon steroid yang dibentuk dari vitamin D.  Reseptor 1,25-dihidrokolekalsiferol ditemukan di banyak jaringan selain usus, ginjal, dan tulang.  Jaringan tersebut di antaranya adalah kulit, limfosit, monosit, otot rangka dan jantung, payudara, dan kelenjar hipofisis anterior.  Zat ini dapat mempermudah penyerapan Ca2+ dari usus, mempermudah reasorbsi Ca2+ di ginjal, meningkatkan aktivitas sintetik osteoblas, dan diperlukan untuk klasifikasi normal matriks.
2.     hormon paratiroid (PTH) yang memobilisasi kalsium dari usus.  PTH bekerja langsung pada tulang untuk meningkatkan resorpsi tulang, ekskresi fosfat dalam urine dan memobilisasi Ca2+.
3.    kalsitonin yang menurunkan kadar kalsium dengan cara menghambat resorpsi tulang, dan menghambat aktivitas osteoklas secara in vitro.
Ketiga hormon ini bekerja secara terpadu untuk mempetahankan kadar Ca2+ yang konstan dalam cairan tubuh.

MINERALISASI DAN DEMINERALISASI
Mineralisasi tulang merupakan proses penempatan kalsium ke dalam jaringan tulang. Sedangkan demineralisasi merupakan proses yang antagonis dengan mineralisasi yaitu proses pengambilan kalsium dari jaringan tulang.
Selama hidup, tulang secara terus-menerus diresobsi dan dibentuk tulang baru. Kalsium dalam tulang mengalami pergantian dengan kecepatan 100% per tahun pada bayi dan 18% per tahun pada orang dewasa. Remodeling tulang ini, sebagian bessar adalah proses local yang berlangsung di daerah yang terbatas oleh populasi sel yang disebut unit  remodeling tulang.
Tulang mempertahankan bentuk eksternalnya selama masa pertumbuhan akibat proses remodeling konstan, disertai proses pengerasan tulang oleh osteoblas (mineralisasi) dan pada proses resoprsi oleh osteoklas (demineralisasi) yang terjadi pada permukaan dan di dalam tulang. Osteoklas membuat terowongan ke dalam tulang korteks yang diikuti oleh osteoblas, sedangkan remodeling tulang trabekular terjadi di permukaan trabekular. Pada kerangka manusia, setiap saat sekitar 5% tulang mengalami remodeling oleh sekitar 2 juta unit remodeling tulang. Kecepatan pembaruan untuk tulang adalah sekitar 4% per tahun untuk tulang kompak dan 20% per tahun untuk tulang trabekular.

KELAINAN PADA TULANG
Terdapat beberapa kelainan yang dapat terjadi pada tulang, antara lain:
1.    Osteopetrosis, merupakan penyakit tulang yang jarang sekali dijumpai dan sering kali parah. Hal ini dimana osteoklas mengalami gangguan dan tidak mampu menyerap tulang secara wajar sehingga osteoblas bekerja tanpa ada yang menyeimbagi. Akibatnya adalah pemadatan tulang, gangguan neurologik akibat penyempitan dan distorsi forame tempat lewatnya berbagai saraf, dan kelainan hematologik akibat dipenuhinya rongga sumsum.
2.    Osteoporosis, merupakan kelainan pada tulang ayng disebabkan oleh kelebihan relatif fungsi osteoklas. Matriks tulang pada penyakit ini berkurang dan insidens fraktura meningkat. Artinya, keadaan tulang osteoporosis ini sangat rapuh karena osteoklas tidak diimbangi oleh osteoblas. Osteoporosis ini sering terjadi pada wanita dewasa terutama yang telah mnegalami menopaose karena tingkat estrogen sangat berpengaruh dalam pembetukan tulang atau osteoblas.
3.    Osteomalasia, merupakan kelainan pada tulang yang terjadi karena gagalnya osteoid pada tulang untuk mengeras karena kekurangan vitamin D dan Estrogen, selain itu juga penurunannya tingkat kalsium dan fosfat serta demineralisasi seperti yang telah dijelaskan di atas. Hal ini juga terjadi karena meningkatnya hormon paratiroid dalam tubuh. Osteomalasia ini sering disebut softbone atau tulang lunak.