JUDUL KITA APA?
mungkin kita hanya sekadar makin serng terlambat
mungkin juga sekadar sering lupa. atau cuma sedikit bertambah lalai
bisa juga semacam ketenangan dalam kealpaan
dan tentu kita tidak menyebutnya sebagai futur..
bisa jadi, kita cuma sedikit malas
dimana dengannya, dalih kita menjadi agak banyak dan bervariasi
atau kita hanya semacam sdikit pilih-pilih tugas
ada banyak tugas yang kita rasa sudah tidak pantas (lagi) kita kerjakan.
dan kita juga tidak menyebutnya sebagai futur…
mungkin kita hanya sedikit tergangu
kita hanay sedikit terganggu dalam tilawah, atau dalam puasa atau mungkin lainnya
sebenarnya tidak berat, cuma sekadar agak sulit menikmatinya.
dan kita memang sulit mendefinisikannya sebagai futur…
kita mungkin cuma semacam bosan. atau sekedar ingin melongok kepala ke luar sana
atau kita cuma kaget kecil-kecilan, atau sedikit silau, atau bahkan sedikit lebih ringan daripada itu.
dan sulit bagi kita untuk menyebutnya futur..
bisa juga kita cuma sekadar melihat tikungan sejarah. ada yang berbeda di depan sana
dan kita semacam sedang membuat apresiasi
atau (paling tidak) semacam antisipasi. todak lebih dari itu.
(mungkin) itu juga bukan futur…
dikutip dari buku: “Sudahkah Kita Tarbiyah”, Eko Novianto, 2006
ninaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa……………………….
si eke tuh nyebelin bgt sihhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh…..
hwahahahahahakakakakhahahbfmvkzn@$@$#%%6$^%6